Kamis, 06 April 2017

IKAN DEWA



IKAN DEWA
Oleh : Jila Suliastini, S. Pi

Ikan Dewa diberbagai daerah di Indonesia  dikenal sebagai ikan Kancra, Tambra, Sultan, Kelah, Empuraw, ikan Jurung, ikan Semah atau ikan Sengkaring. Ikan Dewa ini tersebar mulai dari pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Di dunia internasional ikan ini dinamakan dengan ikan Mahseer Fish yang merupakan ikan dengan nilai ekonomis yang sangat tinggi baik sebagai ikan konsumsi maupun ikan hias. Sedangkan nama ilmiah dari ikan ini adalah Tor soro/ Tor tambra yang merupakan keluarga dari Tor sp.

Ikan Dewa  pada masa dahulu menjadi sajian khusus bagi raja dan Bangsawan karena memiliki cita rasa dan tekstur daging yang enak.  Menurut sumber bapak Bing, pemilik sekaligus pimpinan PT Biwandana yang bergerak di bidang budidaya ikan dewa, di Jakarta, Medan dan beberapa kota besar ikan dewa ini menjadi menu special di Restoran Exclusive dengan harga per porsinya bisa mencapai Rp. 1.000.000 untuk ukuran 1 (satu) kilogram. Di mancanegara khususnya di Malaysia, ikan ini dikenal sebagai ikan Kelah yang merupakan ikan konsumsi yang sangat mahal, juga sebagai ikan hias yang sekelas dengan ikan Arwana. Sangat disayangkan keberadaan ikan ini makin lama makin langka dijumpai di habitatnya, dikarenakan penangkapan yang berlebihan serta penggunaan alat penangkapan yang tidak ramah lingkungan seperti strum, potas dan bom ikan.
Ikan Dewa / Sengkaring dibeberapa daerah merupakan ikan yang di keramatkan, sehingga tidak ada orang yang berani untuk mengambilnya. Di Jawa Timur ikan Sengkaring hanya ditemukan di daerah Pemandian Banyu Biru Pasuruan dan di Telaga Rambut Monte di Blitar. Tepatnya di Pemandian Banyu Biru yang terletak di Desa Sumberrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan dan di Telaga Rambut Monte Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
Ikan Dewa/ Ikan Sengkaring yang ada di Pemandian Banyu Biru yang terletak di Desa Sumberrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan sampai saat ini belum pernah ada yang membudidayakannya. Oleh sebab itu UPT Pengembangan Budidaya Air Tawar Umbulan berusaha untuk membudidayakannya melalui metode domestikasi. Dan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan telah diupayakan oleh UPT PBAT Umbulan dengan mengirim 3 orang pengelola teknologi perikanan untuk melaksanakan kunjungan teknis pada PT Biwanda Mitra Jasa di desa Karang Tengah, kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa tengah yang telah berhasil mengembangkan budidaya ikan dewa sejak tahun 2010.

Dengan kunjungan teknis ini banyak ilmu yang telah diperoleh tentang budidaya ikan dewa, meliputi cara seleksi induk, membedakan induk jantan dan betina yang matang gonad, cara pemijahan, cara penetasan telur, pemeliharaan larva hingga pendederan benih ikan dewa. Transfer ilmu ini sangat berguna bagi UPT PBAT Umbulan, karena ikan dewa yang ada di Kabupaten Banyumas ini sama dengan ikan Sengkaring yang ada di Kabupaten Pasuruan. Dengan harapan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di UPT PBAT Umbulan dalam rangka melestarikan ikan lokal khususnya ikan Dewa/ Sengkaring.





2 komentar:

  1. Menarik sekali tulisan ibu tentang ikan dewa. Salam kenal, Saya Anton tinggal di Malang. Tertarik untuk melestarikan ikan asli Indonesia.(bagian memories Masa kecil)
    Kalau boleh saya ingin bertanya pada ibu:
    1. Apakah Ada perbedaan antara ikan dewa yg ada di banyu biru dan rambut Monte serta tempat lain?
    2. Apakah UPT PBAT Umbulan menyediaan bibit ikan asli Indonesia?
    3. Kalau Ada, jenis ikan apa sajakah. Dan apakah bagaimana cara mendapatkannya.
    Terimakasih. Salam Ikan asli Indonesia.

    BalasHapus