Kamis, 14 Mei 2015

TEKNIK PEMBENIHAN IKAN GRASS CARP (Ctenoparingodon idella)

I.                    PENDAHULUAN


1.1.        Latar Belakang
Produk akuakultur penting untuk pemenuhan sumber protein hewani. Ada sekitar 465 spesies organisme air dibudidayakan, namun keberhasilan dalam domestikasi hanya dicapai pada sejumlah kecil spesies, seperti halnya ikan mas (Cyprinus carpio), lele (Clarias gariepinus) dan  nila (Oreochromis niloticus) (Liao and Chao, 1983).
Indonesia memiliki banyak ikan endemik yang tidak kalah potensinya baik rasa maupun harganya tidak kalah dengan ikan-ikan yang bernilai ekonomis tinggi, diantaranya ikan gabus (Chana striata), ikan jelawat (Leptobarbus hoevenli), ikan sepat (Trichogaster pectoralis), ikan belida (Notopterus chitala), ikan uceng (Nemachilus fasciatus), ikan nila (Oreochromis niloticus), ikan wader (Puntius binotatus), ikan seluang (Rasbora argyotaenia), ikan bilih (Mystacoleucus padangensis), dan sebagainya.
Ikan grass carp termasuk ikan yang perlu dilindungi dari penurunan populasinya akibat dari aktivitas manusia seperti pembukaan lahan dan pemenuhan kebutuhan manusia itu sendiri (kebutuhan akan protein hewani).  
Ikan grass carp termasuk ikan “pemakan tumbuhan” dari perairan umum air tawar ini antara lain karena dinilai sebagai “organik” sehingga menaikkan harga jual, tetapi saat ini umumnya jenis-jenis ikan ini belum menjadi unggulan.
Kendala untuk pengembangan pemasaran antara lain, data produksi dan sebarannya berikut musim atau waktu ketersediaan di masing-masing perairan masih sangat bervariasi keakuratannya

1.2.        Tujuan
Visi dan misi dari UPT PBAT Umbulan adalah penyebaran teknologi. Oleh karena itu pembuatan buku ini dimaksudkan sebagai upaya penyebaran informasi teknologi budidaya ikan grass carp dan menjaga kelestarian ikan grass carp.



II.                  PEMBENIHAN IKAN GRASS CARP


2.1. Biologi Ikan Grass Carp
Secara sistemtis ikan Grass Carp termasuk dalam kelas Ostheichthyer, ordo Cypriniformes, famili Cyprinidae. Ikan grass Carp dapat mencapai ukuran maksimal : panjang 120 cm dan bobot tubuh 20 kg.
Ciri -  ciri fisik ikan ini adalah warna abu-abu gelap kekuningan dengan campuran perak kemilau, badan memanjang kepala besar dengan moncong bulat pendek, gigi paringeal dalam deretan ganda dengan bentuk seperti sisir.
Induk Grass Carp sudah dapat memijah pada umur 3 s/d 4 tahun dengan berat betina mencapai 3 kg dan jantan 2 kg, pemijahan biasanya terjadi pada musim penghujan.

2.2.  Pemeliharaan Induk
Induk – induk dipelihara di kolam dengan kepadatan 0,2 s/d 0,3 kg/m2 . Setiap hari selain di beri pakan tumbuhan air atau rumput – rumputan juga diberi pakan buatan berupa pellet senyak 3 % dari berat total populasi dengan frekuensi pemberian sebanyak tiga kali per hari .

Tanda – tanda induk matang gonad :
 Betina        :
Perut / bagian bawah membesar, bila ditekan terasa lembek, lubang kelamin kemerahan dan agak  menyembul keluar serta gerakan relatif lamban. 




 Jantan       :
Dibandingkan dengan betina sirip dada bagian atas lebih kasar dan bila bagian perut diurut ke arah lubang kelamin akan keluar cairan berwarna putih.






2.3. Pemijahan
Cara pemijahan ikan Grass Carp dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya :
A. Induced breeding
·         Pemijahan secara “Induced breeding” yaitu dengan menyuntikkan hormon perangsang yaitu ovaprim.
·         Induk betina disuntik dua kali dengan selang waktu 4 s/d 6 jam, menggunakan ovaprim dengan dosis 0,5 cc/kg. Penyuntikan pertama 1/3 bagian dan penyuntikan kedua 2/3 bagian
·         Induk jantan disuntik sekali dengan dosis ovaprim 0,15 cc/kg dan dilakukan bersamaan dengan penyuntikan kedua pada induk betina.
·         Kedua induk ikan setelah disuntik dimasukkan ke dalam bak pemijahan yang dilengkapi dengan hapa, enam jam setelah penyuntikan pertama diperiksa kesiapan ovulasinya setiap satu jam sekali.
·         Ikan yang akan memijah biasanya dicirikan dengan saling kejar, perut besar dan lunak, keluar cairan putih dari lubang kelamin atau lubang kelaminnya  berwarna kemerah – merahan dan agak menyembul keluar.
·         Setelah tanda – tanda tersebut terlihat, induk jantan dan betina diangkat untuk dilakukan striping yaitu dengan mengurut bagian perut ke arah lubang kelamin. Telurnya ditampung dalam wadah/baki plastik dan pada saat bersamaan induk jantan distriping dan spermanya ditampung dalam wadah yang lain kemudian diencerkan dengan larutan fisiologis (NaCl 0,9%) atau cairan infus Sodium Klorida.
·         Sperma yang telah diencerkan dimasukkan kedalam wadah telur secara perlahan – lahan serta diaduk dengan menggunakan bulu ayam. Tambahkan air bersih dan aduklah secara merata sehingga pembuahan dapat berlangsung dengan baik. Untuk mencuci telur dari darah dan kotoran serta sisa sperma, tambahkan lagi air bersih kemudian airnya dibuang.
·         Lakukan beberapa kali sampai bersih, setelah bersih telur dipindahkan kedalam wadah yang lebih besar dan berisi air serta diberi aerasi, biarkan selama kurang lebih satu jam sampai mengembang secara maksimal.
 Penyuntikan induk betina

Penyuntikan induk jantan

      B. Induced spawning
·         Pemijahan secara “Induced spawning” perlakuannya sama seperti pada pemijahan Induced breeding, hanya setelah induk jantan dan betina disuntik, dimasukkan ke dalam bak pemijahan dan dibiarkan sampai terjadi pemijahan secara alami.
·         Setelah memijah maka induk jantan dan betina dikeluarkan dari bak pemijahan dan telur yang sudah dibuahi ditampung dalam wadah yang berisi air serta diaerasi dan dibiarkan sampai mengembang secara maksimal.



 
 Happa Pemijahan induk grass carp

2.4. Penetasan Telur
Penetasan dilakukan didalam happa corong berdiameter 40 cm dan tinggi 40 cm dengan mengalirkan air dari bawah sebagai aerasi dan untuk memutar air. Padat penebaran telur 10.000 butir/corong. Telur akan menetas dalam waktu ± 24 jam pada suhu 26o C.


     
          Pemanenan telur ikan grass carp yang akan dipindahkan ke bak penetasan telur


Wadah penetasan telur berupa bak bulat


Wadah penetasan telur berupa corong penetasan


Wadah penetasan telur berupa aquarium penetasan

Morfologi telur ikan grass carp

2.5. Pemeliharaan Larva
Setelah menetas larva dipelihara pada corong yang sama, namun sebelumnya telur – telur yang tidak menetas dibuang dahulu. Lama pemeliharaan dalam corong empat hari. Apabila telur ditetaskan di dalam akuarium, setelah menetas larva bisa dipelihara pada kuarium yang sama namun sebelumnya telur yang tidak menetas dan ¾ bagian airnya dibuang terlebih dahulu dan diisi dengan air yang baru. Larva yang sudah berumur empat hari diberi pakan alami berupa nauplii Artemia, Brachionus atau Moina.  Pemeliharaan larva selama 10 hari dan selama pemeliharaan air harus diganti setiap hari sebanyak bagian.
Larva ikan grass carp
                
2.6. Pendederan
·         Pendederan pertama
Persiapan kolam pendederan dilakukan  seminggu sebelum penebaran larva yang meliputi : pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir. Kolam yang digunakan luasnya 500 s/d 1.000 m2. Kolam kemudian dikapur dengan kapur tohor.
Dosis pengapuran 50 s/d 100 gr/m2, caranya kapur tohor dilarutkan terlebih dahulu kemudian disebarkan secara merata ke seluruh pematang dan dasar kolam.Pemupukan dengan menggunakan kotoran ayam. Dosis pemupukan 500 s/d 700 gr/m2 kemudian diisi air setinggi 40 cm dan setelah 3 hari kolam disemprot menggunakan organophosphat 4 ppm.
Selang 4 s/d 6 hari setelah penyemprotan benih Grass Carp sudah dapat ditebar, sebaiknya pada pagi hari. Padat penebaran 300 s/d 400 ekor/m2.
Pemeliharaan dikolam pendederan pertama selama 21 hari. Pakan tambahan diberikan setiap hari berupa pellet halus sebanyak 75 gr/1.000 ekor larva dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali per hari.
·           Pendederan kedua

Persiapan kolam pada pendederan kedua dilakukan sama seperti pada pendederan pertama. Padat penebaran larva 50 s/d 100 ekor/m2. Larva setiap hari diberi pakan tambahan berupa pellet sebanyak 10% dari biomass dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali per hari. Lama pemeliharaan pada pendederan kedua selam 28 hari.

 2.7. Pemanenan

            Benih umur 2 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan benih. Benih sudah berukuran 3-5 cm. Pemanenan dilakukan pada waktu suhu rendah yaitu pada waktu pagi hari atau sore hari. 

1 komentar: